12 Juli 2026 - 23:26
Air Mata Rakyat Iran dalam Duka atas Pemimpin Syahid Itu Nyata / Ayatullah Khamenei adalah Ayah bagi Seluruh Bangsa Iran

Elena Chernenko, wartawan surat kabar Kommersant Rusia yang datang ke Iran untuk meliput prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam, dalam sebuah laporan menolak klaim Donald Trump bahwa adegan duka dan kesedihan rakyat Iran dibuat-buat. Ia menulis: Air mata rakyat Iran atas kehilangan pemimpin mereka kami nilai sebagai sesuatu yang nyata; banyak orang bahkan menangis ketika tidak ada seorang pun yang merekam mereka.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait  — ABNA — Elena Chernenko, wartawan surat kabar Kommersant yang terbit di Moskow dan datang ke Iran untuk meliput upacara pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam, dalam laporannya menolak klaim Donald Trump bahwa suasana duka dan kesedihan di Teheran bersifat artifisial. Ia menulis: Saya dan rekan-rekan saya menilai air mata rakyat Iran dalam duka kehilangan pemimpin mereka sebagai air mata yang nyata.

Jurnalis Rusia itu menulis dalam laporannya: Orang-orang yang hadir dalam upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran bahkan menangis ketika tidak ada seorang pun yang merekam mereka. Bahkan, sebagian laki-laki justru memalingkan wajah ketika ada yang mencoba merekam mereka saat menangis. Banyak orang dalam upacara ini, baik laki-laki maupun perempuan, menangis.

Wartawan surat kabar Moskow itu melanjutkan: Iran sedang mengucapkan perpisahan kepada Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, yang gugur pada 9 Esfand 1404 dalam pengeboman Amerika dan Israel. Jutaan warga Iran, termasuk banyak anak muda, ikut serta dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Revolusi yang hampir berlangsung selama satu pekan. Beliau telah memimpin negara itu selama 37 tahun.

Dalam laporan tersebut disebutkan: Upacara ini menjadi kesempatan untuk mengirimkan pesan kepada dunia bahwa sistem politik Iran kuat dan mampu memobilisasi para pendukungnya.

Kommersant melanjutkan: Para pejabat Iran memperkirakan hingga 20 juta orang akan menghadiri prosesi pemakaman jenazah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Jika perkiraan ini terwujud, maka ini akan menjadi prosesi pemakaman terbesar bukan hanya di Iran, tetapi juga dalam sejarah dunia.

Wartawan Kommersant, yang datang ke Teheran bersama lebih dari 20 wartawan dan kru teknis media Rusia, menulis tentang reaksi massa di area Mushalla Imam Khomeini r.a. terhadap kehadiran mereka: Ketika para wartawan media Rusia mulai merekam orang-orang yang meneriakkan slogan, sebagian orang di tengah kerumunan mengira mereka adalah wartawan Amerika dan dengan marah berteriak: “Matilah Trump” dan “Matilah Amerika”. Namun ketika massa menyadari bahwa kami berasal dari Rusia, kemarahan mereka segera berubah menjadi keramahan.

Ayatullah Khamenei adalah Ayah bagi Seluruh Bangsa

Bagian lain dari laporan media Rusia ini memuat percakapan wartawannya dengan warga yang ikut dalam prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi. Surat kabar berbahasa Rusia itu menulis: “Mona”, perempuan berusia 28 tahun, sambil menutup matanya yang berlinang air mata dengan kedua tangannya, menjelaskan kepada kami dalam bahasa Inggris: “Ayatullah Ali Khamenei adalah ayah bagi seluruh bangsa, dan para teroris telah membunuh beliau dan keluarganya. Kini beliau adalah seorang syahid.”

Laporan itu melanjutkan: Seorang gadis berusia 20 tahun yang berdiri di dekatnya memeluknya dengan tangan kanan, lalu mengangkat tangan kirinya dan mengepalkannya. Kepalan tangan ini, yang mengikuti kepalan tangan Pemimpin Syahid Iran pada saat kesyahidannya, telah berubah menjadi salah satu simbol utama perlawanan di negara ini.

Surat kabar Moskow itu melanjutkan: Banyak anak muda ikut hadir dalam prosesi pemakaman jenazah pemimpin mereka. Hal ini merupakan indikator penting bagi stabilitas sistem politik Iran, terutama karena rakyat Iran, khususnya generasi muda, tidak menanggapi seruan Amerika dan Israel untuk turun ke jalan. Meski dalam beberapa hal mereka memiliki perbedaan pandangan, mereka menganggap intervensi asing tidak dapat diterima dan tidak mengindahkan seruan Washington serta Tel Aviv.

Kommersant juga menulis: Seruan Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, kepada seluruh warga Iran tanpa memandang etnis, pandangan keagamaan, dan politik mereka untuk ikut serta dalam prosesi pemakaman jenazah Ayatullah Ali Khamenei, mendapat sambutan dari jutaan orang.

Your Comment

You are replying to: .
captcha